JAKARTA UTARA, Diasporasatu.com — Aparat gabungan kepolisian menggerebek kawasan Kampung Bahari, Tanjung Priok, Jakarta Utara, Minggu (1/11/2026) pagi. Dalam operasi yang menyasar sejumlah titik yang diduga menjadi lokasi peredaran narkotika tersebut, petugas menyita berbagai barang bukti, mulai dari sabu seberat ratusan gram, ganja, ribuan butir pil ekstasi, hingga mesin pencetak ekstasi.
Operasi gabungan ini melibatkan Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Polres Metro Jakarta Utara, Bareskrim Polri, Badan Narkotika Nasional (BNN), serta personel Brimob.
Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya Kombes Pol Bismo Teguh Prakoso mengatakan, penggerebekan dilakukan secara serentak dari sejumlah arah. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perlawanan sekaligus memastikan seluruh titik sasaran dapat diperiksa.
Dalam penyisiran di sejumlah lokasi, petugas menemukan berbagai jenis narkotika, di antaranya sabu dengan berat ratusan gram, ganja, serta ribuan butir pil ekstasi.
Selain itu, polisi juga menemukan mesin pencetak ekstasi yang diduga berkaitan dengan aktivitas produksi narkotika ilegal.

Tidak hanya narkotika, aparat turut mengamankan sejumlah barang lain berupa senjata tajam, senjata api, alat isap sabu atau bong, serta uang tunai yang diduga berkaitan dengan transaksi narkoba.
Empat Orang Diamankan, Polisi Dalami Peran Masing-Masing
Dalam keterangan yang diberitakan sejumlah media, Bismo menyebutkan bahwa empat orang diamankan di salah satu titik operasi.
Tiga orang di antaranya diduga sebagai pengguna narkoba, sedangkan satu orang lainnya diduga memiliki pil psikotropika. Kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan pendalaman untuk memastikan keterlibatan serta peran masing-masing.
Sementara itu, terdapat perbedaan informasi mengenai jumlah keseluruhan orang yang diamankan dalam operasi tersebut. Hingga kini, jumlah total orang yang diamankan masih perlu dipastikan melalui keterangan resmi kepolisian.
Polisi Bidik Bandar dan Jaringan Pemasok Narkoba
Penggerebekan di Kampung Bahari merupakan bagian dari upaya aparat kepolisian untuk membongkar jaringan peredaran narkotika yang diduga masih beroperasi di kawasan tersebut.
Bismo menyatakan, kepolisian akan terus melakukan pengejaran terhadap bandar narkoba yang diduga berada di balik aktivitas peredaran barang terlarang itu.
Aparat juga menyoroti keberadaan lapak-lapak di sepanjang rel kereta api yang diduga dimanfaatkan sebagai tempat transaksi narkotika.
Polisi berencana melanjutkan operasi, menertibkan lapak-lapak yang disalahgunakan, serta mengejar pihak-pihak yang diduga menjadi pemasok maupun pengendali jaringan peredaran narkoba.
Pengungkapan Jaringan Perlu Dilakukan hingga ke Akar
Penggerebekan ini kembali menyoroti persoalan peredaran narkotika di kawasan permukiman padat penduduk. Penindakan terhadap pengguna maupun pengedar di lapangan perlu diikuti dengan pengembangan penyidikan secara menyeluruh.
Pengungkapan tidak cukup berhenti pada penangkapan orang-orang yang berada di lokasi. Aparat juga perlu menelusuri sumber pasokan narkotika, bandar besar, jalur distribusi, hingga kemungkinan adanya jaringan produksi dan pihak-pihak yang mengendalikan aktivitas tersebut.
Langkah tersebut penting agar penanganan peredaran narkotika tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memutus mata rantai jaringan hingga ke tingkat pemasok dan pengendali.
Masyarakat juga diharapkan berperan aktif memberikan informasi kepada aparat apabila menemukan dugaan aktivitas peredaran narkotika di lingkungan masing-masing, sehingga upaya pencegahan dan pemberantasan narkoba dapat dilakukan secara berkelanjutan.
(Widya)






