Kartini 2026: Perempuan Bergerak, Kolaborasi Menguat di Jantung Ibu Kota

Berita382 Dilihat

JAKARTA , Diasporasatu.com — Semangat Hari Kartini 2026 terasa kuat di ibu kota. Perwakilan Persatuan Umat Islam (PUI) Wanita PW Jakarta Barat, Dewi Ariesta Sarah, menghadiri peringatan yang diselenggarakan Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Selasa (21/4/2026), di Sekretariat KOWANI, Jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mencerminkan semakin kuatnya kolaborasi antarorganisasi perempuan. Kehadiran berbagai elemen perempuan menjadi bukti bahwa semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini terus hidup dan berkembang di tengah tantangan era modern.

Dewi Ariesta menilai peringatan tahun ini memberikan dorongan baru bagi perempuan untuk terus maju dan mandiri. Ia menyebut kegiatan tersebut mampu memantik semangat perempuan agar lebih percaya diri serta menjaga harkat dan perannya dalam kehidupan sosial.

“Momentum ini sangat menginspirasi. Perempuan didorong untuk lebih kuat, mandiri, dan terus berkembang. Harapannya kegiatan seperti ini bisa semakin besar dan berdampak luas,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan Kartini 2026 yang digagas KOWANI telah dimulai sejak 19 April melalui Fun Walk Berkebaya Nasional. Kegiatan tersebut diikuti oleh berbagai organisasi, komunitas, hingga masyarakat umum sebagai simbol kebangkitan identitas perempuan Indonesia sekaligus pelestarian budaya.

Selanjutnya, pada 20 April, digelar Renungan Kartini yang menjadi ruang refleksi untuk mengulas kembali pemikiran kritis Kartini terkait kesetaraan dan hak perempuan yang dinilai masih relevan hingga saat ini.

Puncak peringatan pada 21 April menjadi momentum penting untuk tidak hanya mengenang sejarah, tetapi juga memperkuat konsolidasi peran perempuan Indonesia dalam berbagai sektor, termasuk di tingkat global. KOWANI menekankan pentingnya pengakuan terhadap warisan intelektual perempuan Indonesia sebagai bagian dari peradaban dunia.

Peringatan Kartini tahun ini pun dipandang sebagai lebih dari sekadar seremoni. Ia menjadi gerakan bersama untuk memperkuat posisi perempuan, memperluas ruang kontribusi, serta memastikan peran perempuan tetap strategis dalam pembangunan bangsa.

Di tengah dinamika zaman, pesan yang kembali ditegaskan adalah bahwa semangat Kartini harus terus hidup, bergerak, dan menjadi penggerak masa depan perempuan Indonesia. (Widi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *