Bogor, diasporasatu.com – Kepergian mantan Menteri Pertahanan Republik Indonesia, Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarga besar TNI dan para sahabatnya. Salah satu yang turut menyampaikan belasungkawa adalah mantan Panglima TNI, Marsekal TNI (Purn.) Hadi Tjahjanto, yang hadir melayat ke rumah duka di Perumahan Puri Wira Bhakti, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (31/5/2026).
Di hadapan awak media, Hadi mengaku sangat kehilangan sosok Ryamizard yang selama ini tidak hanya menjadi senior dalam lingkungan militer, tetapi juga figur ayah dan panutan bagi para perwira yang lebih muda.
“Pada malam hari ini, saya betul-betul merasa kehilangan seorang bapak, seorang senior, seorang tokoh yang benar-benar menjadi inspirasi bagi prajurit juniornya seperti saya,” ujar Hadi.
Menurut Hadi, Ryamizard dikenal sebagai pemimpin yang selalu memberikan semangat dan nasihat kepada para bawahannya. Meski kondisi kesehatannya sempat menurun dalam beberapa tahun terakhir, almarhum tetap aktif menjalin komunikasi dan memberikan perhatian kepada para prajurit serta junior-juniornya.
“Beliau selalu berpesan agar tetap semangat dan terus membina adik-adik. Itu yang selalu beliau sampaikan kepada kami,” katanya.
Hadi mengungkapkan kedekatannya dengan Ryamizard semakin intens ketika dirinya menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pertahanan (Irjen Kemhan) saat Ryamizard dipercaya Presiden Joko Widodo menjadi Menteri Pertahanan periode 2014–2019. Dalam masa pengabdian tersebut, ia banyak menerima arahan dan pelajaran kepemimpinan dari almarhum.
Menurutnya, Ryamizard merupakan sosok yang rendah hati dan selalu menjaga hubungan baik dengan seluruh prajurit tanpa memandang jabatan maupun pangkat.
“Beliau selalu memberikan nasihat terbaik kepada kami untuk menjaga konsistensi, bekerja dengan sungguh-sungguh, dan terus memberikan semangat kepada anak buah. Itu pesan yang selalu saya ingat dari beliau,” ungkap Hadi.
Mantan Panglima TNI itu menilai wafatnya Ryamizard merupakan kehilangan besar, tidak hanya bagi institusi TNI, tetapi juga bagi bangsa Indonesia. Selama karier militernya, Ryamizard dikenal sebagai prajurit yang tegas, berani, dan memiliki komitmen tinggi terhadap pengabdian kepada negara.
Jenderal TNI (Purn.) Ryamizard Ryacudu meninggal dunia pada Minggu, 31 Mei 2026, dalam usia 76 tahun di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Setelah disemayamkan di Kementerian Pertahanan, almarhum direncanakan dimakamkan secara militer di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama Kalibata.
Bagi Hadi Tjahjanto dan banyak prajurit lainnya, Ryamizard akan selalu dikenang sebagai seorang pemimpin yang tidak hanya memberi perintah, tetapi juga teladan, motivasi, dan inspirasi dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara.
(Widya)






