Kartini 2026: Perempuan Indonesia Perkuat Peran Global dan Semangat Emansipasi

Peringatan Hari Kartini 2026 menjadi momentum penting bagi perempuan Indonesia untuk memperkuat peran dan kontribusinya, tidak hanya di tingkat nasional tetapi juga global.

Nasional195 Dilihat

JAKARTA, Diasporasatu.com – Puncak peringatan pada 21 April 2026 ditandai dengan peluncuran Kick-Off Nasional dan Global “KOWANI Goes to UNESCO Memory of the World” yang digelar oleh Kongres Wanita Indonesia (KOWANI) di Kantor KOWANI, Menteng, Jakarta. Program ini bertujuan mendorong pengakuan internasional terhadap arsip, gagasan, dan sejarah perjuangan perempuan Indonesia melalui skema UNESCO Memory of the World.

Inisiatif tersebut juga diarahkan untuk memperkuat lahirnya kepemimpinan perempuan melalui generasi muda dalam wadah Kowani Generasi Muda Indonesia. KOWANI mengajak seluruh perempuan Indonesia, termasuk generasi muda, untuk melanjutkan semangat perjuangan Raden Ajeng Kartini melalui penguatan pendidikan, kepemimpinan, solidaritas, serta peran strategis dalam pembangunan bangsa dan peradaban dunia.

“Dari semangat Kartini, kita menyalakan terang bagi masa depan perempuan Indonesia, dan dari Indonesia kita membawa pesan peradaban perempuan ke dunia,” menjadi pesan yang digaungkan dalam peringatan tahun ini.

Di sisi lain, peringatan Kartini juga menjadi ruang refleksi atas perjalanan panjang emansipasi perempuan. Perwakilan Lembaga Perempuan Dayak Nasional (LPD) DKI Jakarta, Santi Bataviani, menilai bahwa perjuangan Kartini telah membuka jalan luas bagi perempuan masa kini untuk berkembang.

“R.A. Kartini pada zamannya menulis di kegelapan. Perempuan sekarang bisa berkarya di terang. Kita patut bersyukur karena jalan itu sudah dibuka oleh beliau,” ujar Santi.

Ia menggambarkan realitas perempuan masa kini yang tetap tangguh menjalani berbagai peran, mulai dari bekerja sejak dini hari hingga tetap menempuh pendidikan di usia matang.

“Perempuan hari ini adalah pejuang dalam berbagai bentuk. Ada yang berjuang sejak pagi, ada yang tetap kuliah di usia 50 tahun. Semua punya jalan dan mimpi masing-masing,” katanya.

Menurutnya, semangat Kartini kini hadir dalam kebebasan perempuan untuk menentukan pilihan hidup dan meraih cita-cita. Ia pun mengajak perempuan Indonesia untuk terus melangkah maju tanpa ragu.

“Sekarang kita bisa leluasa berkarya di terang dengan perjuangan masing-masing. Terus berjuang dan raih mimpi,” tutupnya.

Peringatan Kartini 2026 pun menegaskan bahwa semangat dari “gelap” menuju “terang” tidak hanya menjadi simbol sejarah, tetapi juga gerakan nyata perempuan Indonesia dalam menyongsong masa depan yang lebih setara dan berdaya. (Widi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *