Raker Bamus Betawi 2026 Fokus Perkuat Budaya dan Partisipasi Masyarakat dalam Pembangunan Jakarta

Nasional175 Dilihat

 

Jakarta – Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggelar Rapat Kerja (Raker) Tahun 2026 dengan tema “Menyongsong Lima Abad Jakarta Kota Budaya dan Kota Global” di Hotel Acacia Jakarta, Selasa (16/6/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi organisasi sekaligus forum strategis untuk memperkuat peran masyarakat Betawi dalam menghadapi transformasi Jakarta menuju kota global yang tetap berakar pada budaya lokal.

Ketua Umum Bamus Betawi, H. Riano P. Ahmad, S.H., mengatakan rapat kerja tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga wadah untuk menyusun program kerja, memperkuat koordinasi antarorganisasi masyarakat Betawi, serta meningkatkan pemahaman pengurus terhadap arah pembangunan Jakarta di masa depan.

Dalam sambutannya, Riano menegaskan bahwa Bamus Betawi sebagai mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memiliki tanggung jawab penting dalam menjaga, melestarikan, dan mengembangkan budaya Betawi, terutama di tengah perubahan status Jakarta pasca pemindahan ibu kota negara.

“Raker ini menjadi sarana konsolidasi organisasi sekaligus peningkatan kapasitas para pengurus agar memahami berbagai isu strategis, regulasi terbaru, serta dinamika pembangunan Jakarta. Masyarakat Betawi harus menjadi bagian dari proses pembangunan, bukan hanya menjadi penonton di tanah kelahirannya sendiri,” ujar Riano.

Menurutnya, salah satu fokus utama rapat kerja kali ini adalah memberikan pemahaman yang komprehensif kepada para pengurus mengenai berbagai dokumen perencanaan pembangunan Jakarta, baik jangka pendek, menengah, maupun jangka panjang. Untuk mendukung tujuan tersebut, Bamus Betawi menghadirkan sejumlah narasumber dari unsur pemerintah daerah yang memiliki kompetensi menjelaskan peta jalan pembangunan Jakarta ke depan.

Riano menilai pemahaman terhadap arah pembangunan kota sangat penting agar masyarakat Betawi dapat mengambil peran aktif dalam berbagai sektor pembangunan. Selain itu, langkah tersebut juga menjadi upaya untuk memastikan eksistensi budaya Betawi tetap terjaga di tengah modernisasi dan perkembangan Jakarta sebagai kota global.

Dalam rapat kerja tersebut, Bamus Betawi juga menegaskan dukungannya terhadap implementasi Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang memperkuat peran lembaga adat Betawi. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah penguatan kelembagaan melalui pembentukan dan pengembangan Majelis Kaum Betawi sebagai wadah representatif masyarakat adat Betawi.

Melalui forum ini, Bamus Betawi berharap dapat menghasilkan berbagai rekomendasi strategis dan berorientasi jangka panjang guna memperkuat posisi organisasi sebagai mitra pemerintah daerah dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global yang tetap mempertahankan identitas budaya Betawi.

“Jakarta sedang memasuki fase baru. Karena itu, masyarakat Betawi harus siap beradaptasi, memahami perubahan, serta mengambil bagian dalam pembangunan agar budaya Betawi tetap menjadi ruh dan karakter utama Jakarta menuju usia lima abad,” tegas Riano.

Rapat kerja tersebut menjadi bagian dari upaya Bamus Betawi untuk memastikan masyarakat Betawi tidak hanya menjadi penjaga warisan budaya, tetapi juga pelaku utama dalam pembangunan Jakarta yang semakin modern, inklusif, dan berdaya saing global.

(Widya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *