Jakarta, Diasporasatu.com — Dewan Adat Bamus Betawi menggelar Rapat Kerja (Raker) III yang dirangkaikan dengan Halal Bihalal dan Silaturahmi Kebangsaan pada Minggu (10/5/2026). Kegiatan ini menjadi ajang konsolidasi sekaligus perumusan program strategis organisasi di tengah transformasi Jakarta sebagai kota global.
Ketua Umum Dewan Adat Bamus Betawi, M R Eki Pitung, menegaskan bahwa masyarakat Betawi memiliki peran penting sebagai perekat sosial di Jakarta sejak dahulu.
“Betawi adalah perekat Jakarta dan bangsa Indonesia. Karena itu, kita harus terus menjaga kerukunan dan kedamaian di ibu kota,” ujarnya.
Dalam Raker III ini, salah satu fokus utama adalah upaya pelestarian kampung-kampung Betawi yang dinilai semakin tergerus modernisasi. Dewan Adat mengusulkan agar pemerintah daerah menetapkan sejumlah kawasan bersejarah sebagai kampung budaya yang dilindungi.
Wilayah seperti Kemayoran, Tanah Abang, Rawa Belong, Condet, Kampung Melayu, hingga Buncit dan Mampang disebut sebagai kawasan yang memiliki nilai historis Betawi, namun kini mulai kehilangan identitas budayanya.
“Kami ingin kampung-kampung ini tetap lestari dan bisa menjadi ikon budaya Betawi di Jakarta,” kata Eki.
Selain itu, Dewan Adat juga mendorong kerja sama dengan Kementerian Ketenagakerjaan serta Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) guna menghadirkan sertifikasi bagi pelaku seni dan budaya Betawi sebagai bentuk pengakuan dan perlindungan profesi.
Di sisi lain, Raker III turut membahas rencana pemberian rekomendasi gelar “Bapak Perdamaian Dunia” kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas perannya dalam mendorong perdamaian global.
Eki juga mengajak seluruh masyarakat, termasuk warga pendatang, untuk bersama-sama menjaga keharmonisan di Jakarta serta menghindari konflik sosial.
“Kita jaga Jakarta, jaga budaya Betawi, dan jaga persatuan bangsa,” tegasnya.
Melalui Raker III ini, Dewan Adat Bamus Betawi berharap budaya Betawi tetap terjaga dan mampu berkembang seiring perubahan zaman, sekaligus memperkuat peran masyarakat Betawi di tanah kelahirannya. (Widia)






