DEPOK , Diasporasatu.com — Yayasan Duta KRESHNA Indonesia (YDKI) turut ambil bagian dalam kegiatan SECURE FKUI RUN 2026 yang digelar di Boulevard Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), Depok, Jawa Barat, Minggu (27/9/2026).
Kehadiran YDKI dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian penting melalui Booth Wellness Station, yang menghadirkan sejumlah layanan dan entitas kesehatan, di antaranya PT TSI (ATM Sehat Indonesia), Pojok Therapy ALEENAHOZ/HOZLEE, Synergi Suplemen Herbal, R12, serta tim Klinik Utama Bidakara Medical Center Bintaro.

Tim Klinik Utama Bidakara Medical Center Bintaro hadir langsung di bawah koordinasi dr. Mega Widya Astuti, M.KK, selaku Head Operasional, bersama timnya.
Panitia SECURE FKUI RUN 2026, Sanie Mirzatya dari Divisi Sponsor, didampingi Najma Ali, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
Menurut YDKI, keterlibatan dalam SECURE FKUI RUN 2026 menjadi momentum untuk memperluas kolaborasi lintas komunitas dan entitas dalam mendukung peningkatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, termasuk upaya pemulihan bagi penyintas stroke.
DR. Ir. Haryanto Suryo Panguripan, M.Pd.I, Ketua Umum KRESHNA sekaligus Founder Outbond Maritim Indonesia, Author & Founder SHINEE Holistik Happiness Rehabilitasi Center serta mitra LEMHANNAS RI, mengatakan YDKI sebagai Master Komunitas TBK terus membangun kolaborasi dengan berbagai pihak.
Salah satu kolaborasi tersebut dilakukan bersama Bank Syariah Indonesia (BSI) dalam upaya mendorong langkah strategis pemulihan ekonomi yang berkaitan dengan dampak stroke, khususnya bagi Insan Penyintas Stroke (IPS) dan Masyarakat Peduli Stroke (MPS).
Sementara itu, Suhadi, S.H., M.Hum., Ketua Harian KRESHNA sekaligus Senior Strategic Partnership dan Founder KRESHNA Medika, menegaskan kesiapan tim YDKI dalam memperkuat kolaborasi di bidang kesehatan.
Menurutnya, YDKI menjadi bagian dari gerbong besar kolaborasi Wellness Station, yang melibatkan ATM Sehat, ALEENAHOZ/HOZLEE, GOPERIKSA, serta KBD. Berbagai unsur tersebut saling mendukung dan melengkapi kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, termasuk akses menuju fasilitas kesehatan lanjutan melalui dukungan teknologi aplikasi Super App.
“Kita sangat siap ambil bagian menjadi solusi percepatan pemulihan dampak stroke di seluruh Indonesia, baik dari aspek fisik, mental, ekonomi maupun spiritual,” ujar Suhadi.
Ia menambahkan, kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kemitraan strategis dengan kementerian dan lembaga pemerintah, termasuk dalam mengoptimalkan peluang yang berkaitan dengan PP Nomor 31 Tahun 2026 tentang hak konsesi penyandang disabilitas, yang disebut mencakup sembilan sektor.
YDKI berharap kolaborasi lintas komunitas, dunia usaha, tenaga kesehatan, serta lembaga pemerintah dapat terus dikembangkan sehingga memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan akses terhadap layanan kesehatan dan mendukung proses pemulihan penyintas stroke.
Masyarakat yang ingin mengetahui lebih lanjut mengenai kegiatan dan kolaborasi YDKI dapat menghubungi Call Center YDKI di 0813-1551-9911 atau 0813-1503-0777.
(Widya)








