Jakarta, diasporasatu.com – terus memperkuat transformasi bisnisnya menjadi destinasi gaya hidup terintegrasi berbasis digital guna memperluas pasar wisatawan domestik maupun mancanegara.

Direktur Ancol, , mengatakan Ancol tidak lagi hanya berfokus sebagai tempat wisata konvensional, tetapi berkembang menjadi “lifestyle integrated tourism destination” yang menggabungkan hiburan, edukasi, olahraga, hingga ekosistem digital dalam satu kawasan.
“Ancol ingin menjadi destinasi yang tetap engage dengan pengunjung, bahkan setelah mereka pulang. Karena itu kami membangun integrasi lifestyle dan platform digital melalui program loyalitas,” ujar Edi di Jakarta.
Menurutnya, transformasi tersebut merupakan bagian dari visi besar Ancol untuk menjadi destinasi wisata yang dikenal secara internasional, tidak hanya sebagai ikon Jakarta tetapi juga ikon pariwisata Indonesia.
Ancol sendiri memiliki sejarah panjang sejak diinisiasi Presiden pertama Republik Indonesia, , pada era 1960-an dengan konsep awal menghadirkan “Disneyland versi Indonesia”.
Saat ini kawasan Ancol menghadirkan berbagai destinasi seperti Dunia Fantasi (Dufan), Sea World, Samudra Marine Park, Atlantis Water Adventure, Akuarium Jakarta, hingga Jakarta Birdland yang menjadi salah satu aviary terbesar di Indonesia.
Dalam memperkuat transformasi digital, Ancol pada Mei 2026 meluncurkan pembaruan platform digital dengan menambahkan berbagai layanan tambahan, mulai dari pemesanan hotel, tiket rekreasi, hingga integrasi berbagai lini bisnis dalam satu aplikasi.
Selain itu, Ancol juga meluncurkan program loyalitas “Ancol Point” yang memungkinkan pengunjung memperoleh poin dari setiap transaksi, mulai dari tiket masuk, makanan dan minuman, permainan wahana, hingga aktivitas digital lainnya di kawasan Ancol.
Poin tersebut nantinya dapat digunakan kembali untuk berbagai transaksi di seluruh ekosistem bisnis Ancol.
“Kami ingin menjaga hubungan dengan pengunjung melalui digital ecosystem sehingga pengalaman mereka tidak berhenti hanya saat berkunjung,” katanya.
Untuk memperluas pasar internasional, Ancol juga akan membuka lebih dari 1.200 saluran penjualan global melalui kerja sama dengan channel manager internasional agar wisatawan mancanegara lebih mudah mengakses informasi dan layanan Ancol.
“Harapannya selain wisatawan lokal, wisatawan mancanegara juga semakin mengenal Ancol dan tertarik datang ke Jakarta,” ujar Edi.
Di sisi lain, Ancol juga mengembangkan konsep “Triple E”, yakni Entertainment, Education, dan Environment. Konsep tersebut dihadirkan agar pengunjung tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pengalaman edukatif dan kesadaran lingkungan.
Menurut Edi, pengunjung dapat belajar mengenai satwa di Jakarta Birdland, Sea World, maupun Samudra Marine Park. Sementara di Dufan, pengunjung juga dapat mengenal konsep ilmu fisika melalui berbagai wahana permainan.
“Kami ingin pengunjung pulang bukan hanya membawa kesenangan, tetapi juga pengalaman dan pengetahuan baru,” katanya.
Selain transformasi digital dan edukasi, Ancol juga memperkuat pengembangan lifestyle tourism melalui peluncuran “Ancol Run Loop” pada Juni mendatang. Fasilitas tersebut berupa jalur lari di kawasan pantai lengkap dengan jogging track, clubhouse, locker room, dan shower.
Program tersebut ditujukan untuk menarik pasar baru, khususnya masyarakat urban dan komunitas olahraga.
Tak hanya itu, Ancol juga akan menghadirkan konser rutin bulanan bertajuk “Ancol Sunset Sound” yang digelar setiap akhir bulan dengan harga tiket mulai Rp70 ribu termasuk tiket masuk kawasan Ancol.
Sejumlah acara tambahan juga disiapkan untuk menyambut Hari Ulang Tahun Jakarta dan musim liburan sekolah dengan berbagai pertunjukan di seluruh unit rekreasi Ancol.
Dalam mendukung aksesibilitas pengunjung, Ancol juga berkoordinasi dengan dan Dinas Perhubungan terkait penyesuaian jam operasional layanan transportasi menuju Ancol, khususnya saat berlangsung acara besar atau konser musik.
Selain itu, Ancol juga aktif melakukan kolaborasi promosi dengan sejumlah pusat perbelanjaan melalui pameran dan booth informasi guna memperluas penetrasi pasar.
Edi menegaskan, seluruh transformasi tersebut dilakukan untuk menjadikan Ancol sebagai destinasi wisata modern yang relevan dengan perkembangan gaya hidup masyarakat saat ini.
“Kami ingin Ancol menjadi tempat yang selalu punya pengalaman baru sehingga pengunjung ingin terus kembali,” ujarnya.
(Widia)











