Jakarta Utara, diasporasatu.com — Program Jamuan Rakyat 2026 di RTH Kalijodo, Kelurahan Pejagalan, Kecamatan Penjaringan, Jakarta Utara, mendapat apresiasi dari Dewan Kota Jakarta untuk Kecamatan Penjaringan, Radian Azhar.

Menurut Radian, program yang merupakan bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tersebut bukan sekadar kegiatan seremonial. Berbagai bantuan dan layanan yang diberikan dinilai telah dirasakan langsung oleh masyarakat.
“Alhamdulillah hari ini program Pak Presiden Prabowo membagikan sembako kepada masyarakat yang kondisi ekonominya kurang baik sudah terdistribusi dan masyarakat senang. Di beberapa wilayah juga ada makanan gratis dan tes kesehatan,” ujar Radian.
Ia juga mengapresiasi kehadiran Menteri Sosial Saifullah Yusuf yang dinilainya mampu membangun kedekatan dengan masyarakat selama kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah beliau tadi hadir dan menyatu dengan masyarakat. Beliau tidak bicara sebagai pejabat, tetapi bagaimana beliau masuk ke psikologi masyarakat di lingkungan itu. Masyarakat sangat antusias,” katanya.
7.500 Paket Sembako untuk Penjaringan
Radian menjelaskan, bantuan sembako yang tersedia dalam kegiatan tersebut berasal dari dua sumber. Dari Kementerian Sosial disiapkan sekitar 1.500 paket, sedangkan bantuan dari Presiden Prabowo Subianto mencapai sekitar 7.500 paket yang didistribusikan di wilayah Pejagalan dan Waduk Pluit.
Dengan demikian, program bantuan tersebut menjangkau masyarakat di sejumlah wilayah dalam satu kecamatan.
Untuk Kecamatan Penjaringan sendiri terdapat lima kelurahan, yakni Pejagalan, Penjaringan, Pluit, Kapuk Muara dan Kamal Muara. Khusus pelaksanaan kegiatan di sekitar RTH Kalijodo, bantuan menyasar warga dari tiga kelurahan, yakni Pejagalan, Kapuk Muara dan Kamal Muara.
Dorong Pemerintah Perluas Kesempatan Kerja
Meski mengapresiasi pembagian sembako, Radian berharap program pemerintah ke depan tidak berhenti pada bantuan kebutuhan pokok.
Ia mendorong pemerintah memberikan lebih banyak kesempatan kerja dan ruang bagi masyarakat untuk meningkatkan kemandirian ekonomi.
“Ke depannya harapan kita, pemerintah lebih fokus dan lebih berani memberikan kesempatan kepada masyarakat. Bukan hanya sekadar sembako, tetapi bagaimana memberikan kesempatan bekerja supaya masyarakat bisa mandiri dan mampu menghadapi kesulitan-kesulitan yang ada,” jelasnya.
Menurut Radian, bantuan sosial tetap penting untuk membantu masyarakat menghadapi kebutuhan jangka pendek. Namun, pemberdayaan ekonomi melalui kesempatan bekerja dinilai akan memberikan dampak yang lebih berkelanjutan.
“Walaupun pemberian sembako itu baik, tetapi harus ada pemberian yang lain yang lebih kepada kenyataan, bagaimana masyarakat bisa mandiri,” tegasnya.
Bukan Sekadar Seremonial
Radian menegaskan, pelaksanaan Jamuan Rakyat harus dilihat sebagai program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Acara ini bukan hanya seremonial, tetapi benar-benar nyata dan diterima oleh masyarakat,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dengan memperkuat sisi pemberdayaan masyarakat, sehingga bantuan pemerintah tidak hanya meringankan beban warga dalam jangka pendek, tetapi juga membuka peluang bagi mereka untuk meningkatkan taraf kehidupan.
Kegiatan Jamuan Rakyat 2026 di RTH Kalijodo sendiri diisi dengan pembagian sembako, makanan gratis, pemeriksaan kesehatan, kegiatan UMKM serta berbagai hiburan yang melibatkan masyarakat secara langsung.
Kehadiran Menteri Sosial Saifullah Yusuf dan jajaran pemerintah dalam kegiatan tersebut turut memperkuat pesan bahwa program sosial pemerintah diharapkan dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat.
(Widya)












