Bekasi, Diasporasatu.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) menegaskan komitmennya dalam menangani para korban kecelakaan kereta di Bekasi Timur dengan memberikan pendampingan penuh, khususnya bagi korban luka yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 17 korban luka masih dirawat secara intensif di sejumlah rumah sakit. Selama masa perawatan tersebut, KAI menyiagakan staf secara bergiliran selama 24 jam guna memastikan seluruh kebutuhan korban terpenuhi.
Direktur Utama PT KAI, Bobby Rasyidin, menegaskan bahwa perusahaan tidak akan lepas tangan dalam menghadapi dampak tragedi tersebut. Menurutnya, kehadiran staf KAI di rumah sakit merupakan bentuk tanggung jawab sekaligus perhatian maksimal kepada para korban.
“Untuk korban yang luka-luka, kami melakukan pendampingan penuh. Selalu ada staf kami selama 24 jam di rumah sakit. Saat ini masih ada 17 orang yang dirawat,” ujar Bobby saat meninjau Stasiun Bekasi Timur, Senin (4/5/2026).
Selain fokus pada korban luka, KAI juga memberikan penghormatan penuh kepada korban meninggal dunia. Pendampingan dilakukan sejak penanganan awal pascakejadian hingga proses pemakaman.
“Untuk yang telah meninggal dunia, kami menghantarkan sampai ke liang kubur. Kami juga mengurusi semua hak-hak korban,” tegasnya.
Langkah tersebut, lanjut Bobby, merupakan bentuk duka cita mendalam dari seluruh jajaran KAI kepada keluarga korban yang ditinggalkan. Ia memastikan bahwa seluruh hak korban, baik yang meninggal dunia maupun yang selamat, akan dipenuhi secara layak.
KAI juga menyampaikan komitmennya untuk terus memberikan dukungan, tidak hanya dalam bentuk materiil dan administratif, tetapi juga melalui pendampingan moral bagi para korban dan keluarga.
Selain itu, pihak KAI terus mendoakan agar para korban yang masih menjalani perawatan dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sediakala.
Upaya ini menjadi bagian dari tanggung jawab perusahaan dalam memastikan setiap korban mendapatkan perhatian maksimal sekaligus sebagai bentuk komitmen untuk meningkatkan pelayanan dan keselamatan transportasi kereta api ke depan. (Widi)






