Jakarta, diasporasatu.com – Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta melakukan rekayasa lalu lintas dengan menutup sejumlah putaran balik (U-turn) di kawasan Jalan Raya Cakung-Cilincing (Cacing), Jakarta Timur, guna mengurai kemacetan yang disebabkan antrean truk besar dan truk kontainer menuju depo logistik.

Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Budi Awaludin, mengatakan arus lalu lintas di Jalan Raya Bekasi hingga Jalan Raya Cakung-Cilincing kini mulai kembali lancar setelah penerapan rekayasa lalu lintas tersebut. Kondisi lalu lintas di kedua arah, baik dari Cakung menuju Tanjung Priok maupun sebaliknya, telah berangsur normal.
“Alhamdulillah semua bisa teratasi. Sebelah kiri maupun kanan kondisinya sudah sangat lancar setelah dilakukan rekayasa lalu lintas dengan penutupan U-turn di Cakung, Babek, dan JGC,” ujar Budi usai meninjau langsung lokasi pada Rabu (22/7/2026) malam.
Menurut Budi, rekayasa lalu lintas mulai diterapkan sekitar pukul 19.00 WIB dan kepadatan kendaraan mulai terurai sekitar pukul 19.30 WIB. Meski kondisi telah membaik, Dishub DKI akan tetap melanjutkan rekayasa lalu lintas untuk memastikan arus kendaraan tetap terkendali.
Penutupan U-turn dilakukan di sejumlah titik, yakni kawasan Cakung, Babek, dan Jakarta Garden City (JGC). Dalam pelaksanaannya, Dishub mengerahkan sekitar 75 personel yang terdiri dari 30 personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Timur, 30 personel Suku Dinas Perhubungan Jakarta Utara, serta 15 personel dari tingkat provinsi.
Selain melakukan pengaturan lalu lintas, petugas juga mengarahkan truk-truk menuju Terminal Tanah Merdeka sebagai lokasi penampungan sementara apabila terjadi antrean menuju depo peti kemas.
Budi menjelaskan, kemacetan dipicu oleh penumpukan peti kemas di pelabuhan akibat tingginya volume impor yang tidak diimbangi aktivitas ekspor. Kondisi tersebut menyebabkan kapasitas depo menjadi penuh sehingga memicu antrean panjang truk kontainer di Jalan Cacing.
“Kami berharap kapasitas depo Pelindo dapat ditingkatkan dari 65 persen menjadi 75 hingga 80 persen agar tidak terjadi lagi penumpukan peti kemas di depo,” katanya.
Sebagai langkah lanjutan, Dishub DKI Jakarta juga akan mengundang seluruh pengelola depo kontainer di kawasan Jalan Cacing untuk membahas solusi jangka panjang. Terdapat tujuh depo di wilayah Jakarta Timur dan 12 depo di wilayah Jakarta Utara yang akan dilibatkan dalam rapat koordinasi tersebut.
“Kita akan panggil semua dan mengadakan rapat bersama guna mencari solusi terbaik untuk mengurai kemacetan lalu lintas di Jalan Raya Cacing di kedua sisi, baik dari arah Cakung menuju Tanjung Priok maupun sebaliknya,” pungkas Budi.
(Widya)








