Prijanto: Buku “Laku Spiritual Pak Harto” Jadi Sumber Pembelajaran bagi Generasi Bangsa

Jakarta, diasporasatu.com – Mayjen TNI (Purn.) Prijanto, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta, menilai peluncuran buku Laku Spiritual Pak Harto yang dirangkai dengan sarasehan ketahanan nasional menjadi momentum refleksi untuk mengambil pelajaran dari kepemimpinan Presiden ke-2 Republik Indonesia, Soeharto.

Hal tersebut disampaikan Prijanto usai menghadiri acara peluncuran buku dan diskusi kebangsaan tersebut. Menurutnya, buku tersebut layak dijadikan bahan pembelajaran bagi berbagai kalangan karena memuat nilai-nilai kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan yang dinilai masih relevan untuk dikaji dalam konteks Indonesia saat ini.

“Saya katakan buku ini bagus sebagai pembelajaran bagi semua pihak. Banyak hal yang bisa dipelajari, termasuk bagaimana Pak Harto memilih para pembantunya dan menjalankan pemerintahan,” ujarnya.

Prijanto menilai salah satu aspek yang menarik untuk dicermati adalah proses penyusunan kebijakan dan peraturan perundang-undangan pada masa pemerintahan Soeharto. Menurutnya, proses tersebut melibatkan para pakar dan akademisi sejak tahap awal penyusunan naskah akademik.

Ia menjelaskan bahwa naskah akademik pada saat itu merupakan hasil pemikiran dan musyawarah para ahli yang kemudian dibahas bersama berbagai pihak, termasuk anggota DPR. Dengan mekanisme tersebut, proses legislasi dinilai berjalan lebih terarah karena para pemangku kepentingan telah memahami substansi kebijakan sejak awal.

“Ketika naskah akademik disusun, para pakar sudah dilibatkan. Bahkan dalam pembahasannya juga melibatkan anggota DPR sehingga mereka memahami arah kebijakan yang akan diambil,” kata Prijanto.

Dalam kesempatan itu, Prijanto juga menyinggung kondisi kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini. Ia berpendapat bahwa sejumlah persoalan yang muncul tidak terlepas dari sistem ketatanegaraan yang berlaku.

Menurutnya, terdapat perbedaan antara semangat yang tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar yang menekankan Demokrasi Pancasila dengan praktik sistem demokrasi yang diterapkan saat ini. Perbedaan tersebut, katanya, menjadi salah satu faktor yang memunculkan berbagai dinamika dalam kehidupan politik dan pemerintahan.

Meski demikian, mantan Wagub DKI Jakarta itu menegaskan bahwa peluncuran buku tersebut seharusnya menjadi sarana untuk mengambil nilai-nilai positif yang dapat diterapkan demi kemajuan bangsa.

“Harapannya semua bisa mengambil hikmah yang baik untuk Indonesia ke depan. Pasti ada hal-hal baik yang bisa dipelajari dan dijadikan pelajaran untuk membangun Indonesia yang lebih baik,” tuturnya.

Peluncuran buku Laku Spiritual Pak Harto dan sarasehan ketahanan nasional tersebut dihadiri sejumlah tokoh, akademisi, serta pemerhati kebangsaan yang membahas berbagai aspek kepemimpinan, ketahanan nasional, dan nilai-nilai yang dapat diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Prijanto berharap buku tersebut tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi juga menjadi referensi bagi generasi muda dan para pemimpin masa depan dalam memahami nilai-nilai kepemimpinan, pengabdian, serta semangat kebangsaan yang dapat diterapkan untuk menghadapi berbagai tantangan bangsa ke depan.

(Widya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *