Jakarta, diasporasatu.com — Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) BKPRMI Tahun 2026 resmi digelar di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Kamis (14/5/2026), dengan mengusung tema “Pemuda Remaja Masjid sebagai Kekuatan Sosial dalam Mendukung Stabilitas, Ketahanan Nasional dan Persatuan Indonesia.”
Kegiatan strategis selama dua hari ini menjadi momentum penting bagi Badan Komunikasi Pemuda Remaja Masjid Indonesia (BKPRMI) dalam memperkuat konsolidasi nasional, pemberdayaan pemuda masjid, serta penguatan ekonomi umat melalui sinergi lintas sektor.
Pembukaan Rapimnas berlangsung khidmat, diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Qori Ali Jaya Sudar dan dilanjutkan dengan doa yang dipimpin oleh Ustadz Dr. Mulia Rahman. Acara ini turut dihadiri berbagai unsur penting, mulai dari perwakilan kementerian, anggota DPR RI, Kepolisian Republik Indonesia, BPJS Ketenagakerjaan, hingga kepala daerah dan pengurus BKPRMI dari seluruh Indonesia.
Salah satu agenda utama Rapimnas adalah penetapan tuan rumah Festival Anak Saleh Indonesia (FASI), sebuah kegiatan kolosal tiga tahunan yang diproyeksikan dihadiri sedikitnya 5.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Selain itu, Rapimnas juga diisi dengan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai pemangku kepentingan, di antaranya dengan Kementerian P2MI, Kementerian Koperasi terkait Gerakan Koperasi Merah Putih, serta BPJS Ketenagakerjaan sebagai bentuk penguatan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu agenda penting dalam Rapimnas kali ini adalah penguatan perlindungan sosial bagi guru ngaji, marbot, dan pekerja masjid melalui kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Program ini menjadi langkah konkret dalam meningkatkan kesejahteraan para pelaku dakwah di tingkat akar rumput.
Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, menegaskan komitmen pihaknya untuk memperluas cakupan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seluruh anggota BKPRMI yang bekerja di sektor keagamaan dan sosial kemasyarakatan.
Menurutnya, jumlah guru ngaji di Indonesia mencapai sekitar 2,1 juta orang, belum termasuk ribuan marbot dan pekerja masjid lainnya yang selama ini belum sepenuhnya terlindungi.
“Harapannya seluruh anggota BKPRMI, khususnya guru ngaji, marbot, dan pekerja masjid dapat terlindungi BPJS Ketenagakerjaan. Mereka perlu mendapatkan perhatian negara agar dapat bekerja dengan aman dan nyaman,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa skema perlindungan tersebut akan dibangun melalui kolaborasi bersama berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, Forum Zakat, perusahaan melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), serta pemanfaatan dana zakat, infak, dan sedekah.
“Ke depan kami akan melakukan kolaborasi dengan berbagai pihak agar iuran jaminan sosial ketenagakerjaan dapat dibiayai melalui dukungan CSR perusahaan, pemerintah daerah, maupun dana zakat dan sedekah,” tambahnya.
Dalam Rapimnas ini juga ditekankan pentingnya pengakuan guru ngaji sebagai profesi oleh negara, mengingat masih banyak di antara mereka yang menerima insentif sangat minim. BKPRMI juga mendorong pembentukan Asosiasi Guru Ngaji Al-Qur’an Indonesia (Al-Gonia) sebagai wadah peningkatan kompetensi, sertifikasi, serta advokasi kesejahteraan.
Sementara itu, Bendahara Umum DPP BKPRMI yang juga Ketua KBPP Polri, Datuk Sri Haji Said Aldi Al Idrus, mengapresiasi perjuangan BKPRMI dalam memperjuangkan hak-hak guru ngaji, termasuk bantuan langsung kepada puluhan ribu lembaga pendidikan Al-Qur’an saat pandemi COVID-19.
Ia juga menekankan pentingnya persatuan pengurus BKPRMI di seluruh Indonesia dalam menyuarakan peningkatan kesejahteraan guru ngaji, serta mengajak seluruh peserta Rapimnas untuk menyepakati lokasi penyelenggaraan FASI yang mudah dijangkau demi memaksimalkan partisipasi santri.
Rapimnas BKPRMI 2026 menjadi forum strategis nasional untuk memperkuat peran pemuda remaja masjid sebagai kekuatan sosial yang mampu menjaga stabilitas, memperkokoh ketahanan nasional, serta mempererat persatuan Indonesia di tengah berbagai tantangan zaman.
Acara ditutup dengan penandatanganan kerja sama lanjutan bersama sejumlah universitas dan mitra strategis, serta sesi foto bersama seluruh peserta dan tamu undangan.
(Widia)






