Waisak 2570 T.B. Jadi Momentum Menebar Cinta dan Perdamaian di Wihara Ekayana Arama

Berita283 Dilihat

Jakarta, diasporasatu.com – Ribuan umat Buddha memadati Wihara Ekayana Arama – Indonesia Buddhist Centre, Duri Kepa, Jakarta Barat, dalam perayaan Hari Tri Suci Waisak 2570 Tahun Buddhis (T.B.), Minggu (31/5/2026). Perayaan yang berlangsung khidmat tersebut turut dihadiri Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi Revita, serta Yuli Hartono Wakil Walikota Jakarta Barat, menggantikan Dr. Hj. Iin Mutmainnah, S.Sos., M.Si. Walikota Jakarta Barat yang berhalangan hadir.

Kehadiran para pejabat negara dan unsur militer tersebut menjadi simbol kuat dukungan terhadap kerukunan umat beragama, toleransi, serta semangat persatuan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Sejak pagi hari, sekitar 9.500 umat Buddha mengikuti rangkaian ibadah yang dipimpin oleh 28 bhikkhu dan bhikkhuni dari Sangha Agung Indonesia. Kegiatan diawali dengan prosesi Pindapata, tradisi pemberian dana makanan kepada para bhikkhu, yang dimulai pukul 08.00 WIB. Setelah itu, umat mengikuti Puja Bhakti Waisak yang berlangsung hingga siang hari.

Hari Raya Waisak merupakan peringatan atas tiga peristiwa agung dalam kehidupan Buddha Gautama, yakni kelahiran Pangeran Siddhartha Gautama, tercapainya pencerahan sempurna hingga menjadi Buddha, serta Parinibbana atau wafatnya Buddha Gautama. Momentum ini menjadi kesempatan bagi umat Buddha untuk memperdalam nilai-nilai kebajikan, cinta kasih, dan kebijaksanaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ketua Umum Panitia Perayaan Waisak 2570 T.B., Ir. Adi Sugandi, mengatakan perayaan tahun ini mengusung tema “Menebar Cinta, Menumbuhkan Perdamaian Dunia” dengan subtema “Waisak Ingatkan Kita Cara Melepas Ego.”

Menurutnya, tema tersebut mengajak seluruh umat untuk terus menebarkan kebajikan dan mengembangkan sikap rendah hati sebagai jalan menuju kedamaian yang sejati.

“Melalui peringatan Waisak ini, umat diajak untuk terus berbuat baik, menumbuhkan cinta kasih kepada sesama, serta melatih diri melepaskan ego pribadi demi terciptanya kehidupan yang harmonis dan damai,” ujarnya.

Selain rangkaian ibadah utama, perayaan Waisak di Wihara Ekayana Arama juga didahului berbagai kegiatan sosial dan spiritual yang melibatkan umat. Kegiatan tersebut antara lain kunjungan kasih, donor darah, pendalaman Dharma, pelatihan meditasi, upacara pencurahan air bunga pada rupang bayi Siddhartha, hingga pelaksanaan wisudhi.

Wihara Ekayana Arama yang telah berdiri selama 31 tahun itu kembali menjadi pusat perayaan Waisak yang tidak hanya berfokus pada kegiatan keagamaan, tetapi juga mendorong kepedulian sosial dan penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

Untuk mendukung kelancaran acara, aparat gabungan dari Polres Metro Jakarta Barat, Polsek Kebon Jeruk, dan unsur TNI diterjunkan guna menjaga keamanan dan ketertiban selama kegiatan berlangsung.

Perayaan Waisak 2570 T.B. di Wihara Ekayana Arama menjadi momentum penting bagi umat Buddha untuk memperkuat praktik ajaran Dharma sekaligus mempererat persaudaraan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Semangat cinta kasih, toleransi, dan perdamaian yang digaungkan dalam perayaan tersebut diharapkan dapat terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

(Widya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *