Jakarta, diasporasatu.com – Wafatnya tokoh nasional dan anggota DPR RI, , meninggalkan duka mendalam bagi berbagai kalangan, termasuk rekan-rekannya di parlemen. Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, , mengenang almarhum sebagai sosok yang bersahaja, hangat, dan mampu membangun persaudaraan dengan siapa saja.
Saat melayat di rumah duka, Robert mengaku masih sulit mempercayai kepergian Rachmat Gobel karena sehari sebelumnya mereka masih sempat berkomunikasi dan bertemu dalam agenda di DPR RI.
Menurut Robert, almarhum sempat menghubunginya pada pagi hari untuk memastikan kehadirannya dalam rapat fraksi. Setelah agenda selesai, keduanya bertemu dan berbincang hangat seperti biasa.
“Beliau menyapa saya dengan penuh keakraban. Kami bahkan sempat berpelukan karena sudah cukup lama tidak bertemu,” kenang Robert.
Dalam pertemuan tersebut, Rachmat Gobel juga sempat mengajak Robert untuk makan bersama pada kesempatan berikutnya. Namun rencana itu tidak pernah terwujud setelah kabar duka datang pada Jumat pagi.
Robert mengungkapkan bahwa dirinya menerima kabar wafatnya Rachmat Gobel saat sedang bersiap menjalankan tugas kedewanan. Berita tersebut membuatnya terkejut sekaligus merasa kehilangan sosok yang selama ini dikenal dekat dengan banyak orang.
“Beliau selalu membangun hubungan yang baik dengan siapa pun. Tidak pernah membeda-bedakan orang dan selalu memperlakukan semua orang dengan hormat,” ujarnya.
Bagi Robert, salah satu karakter yang paling menonjol dari Rachmat Gobel adalah kerendahan hati. Meski memiliki rekam jejak panjang sebagai pengusaha nasional, pernah menjabat menteri, serta menduduki berbagai posisi strategis, almarhum tetap tampil sederhana dan mudah bergaul.
“Kita semua tahu kapasitas dan pencapaian beliau sangat luar biasa. Tetapi beliau tidak pernah menunjukkan sikap merasa lebih tinggi dari orang lain. Justru beliau selalu menyapa, merangkul, dan membuat orang merasa dihargai,” katanya.
Robert menilai sikap humanis dan jiwa kekeluargaan yang dimiliki Rachmat Gobel menjadi teladan yang patut dicontoh, terutama bagi generasi muda dan para pemimpin masa depan.
“Warisan terbesar yang beliau tinggalkan bukan hanya prestasi, tetapi juga cara beliau memperlakukan sesama manusia. Itu yang akan selalu dikenang oleh banyak orang,” tuturnya.
Ia pun mendoakan agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan menghadapi masa duka.
Sebagaimana diketahui, Rachmat Gobel meninggal dunia pada Jumat, 10 Juli 2026 pukul 03.20 WIB di RS Brawijaya Tebet, Jakarta Selatan, dalam usia 63 tahun. Kepergian tokoh yang dikenal sebagai pengusaha, negarawan, dan anggota DPR RI tersebut meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, sahabat, dunia usaha, dan masyarakat Indonesia.
Sejak kabar wafatnya tersebar, sejumlah tokoh nasional, anggota parlemen, pelaku usaha, dan masyarakat terus berdatangan ke rumah duka untuk memberikan penghormatan terakhir serta mengenang dedikasi almarhum bagi bangsa dan negara.
(Ach)






