Jakarta, diasporasatu.com — Anthony Leong menekankan pentingnya peran pengusaha muda dalam memperkuat ekonomi nasional dan mendukung ketahanan energi Indonesia pada agenda HIPMI Power Development Forum 2026, Selasa (20/5/2026).
Dalam forum tersebut, Anthony Leong mengajak seluruh kader HIPMI untuk memperkuat konsolidasi organisasi menjelang Munas XVIII HIPMI melalui semangat “Melaju Bersama”. Ia menyebut dukungan dari berbagai Badan Pengurus Daerah (BPD) HIPMI menjadi bukti kuatnya solidaritas kader dalam membangun organisasi yang lebih progresif dan berdampak bagi masyarakat.
Menurut Anthony, HIPMI harus mampu mengambil peran lebih besar sebagai organisasi yang tidak hanya menaungi pengusaha muda, tetapi juga menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjawab berbagai tantangan ekonomi nasional.
“HIPMI harus menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi dan membuka lebih banyak peluang usaha serta lapangan pekerjaan,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya transformasi digital dan inovasi bisnis agar pelaku UMKM dapat berkembang dan memiliki daya saing di pasar internasional. Anthony menilai pengusaha muda perlu adaptif terhadap perkembangan teknologi dan mampu memanfaatkan peluang di tengah perubahan ekonomi global.
Selain membahas penguatan organisasi, forum ini turut mengangkat tema ketahanan ketenagalistrikan nasional di era transisi energi. Para peserta yang terdiri dari unsur pemerintah, BUMN, investor, dan pelaku usaha berdiskusi mengenai arah kebijakan energi nasional dan peluang investasi sektor pembangkitan listrik.
Forum tersebut membahas berbagai tantangan dalam pengembangan sektor energi, mulai dari kebutuhan investasi, strategi penguatan infrastruktur kelistrikan, hingga pengembangan energi berkelanjutan untuk mendukung pertumbuhan industri nasional.
Melalui kegiatan ini, HIPMI berharap tercipta kolaborasi yang lebih kuat antara dunia usaha dan pemerintah dalam membangun sistem energi nasional yang stabil, modern, dan berdaya saing global.
Anthony juga mengajak seluruh kader HIPMI untuk menjaga semangat persaudaraan dan kompetisi sehat dalam organisasi dengan mengedepankan prinsip “bertanding untuk bersanding” demi kemajuan bersama.
(Widia)










