Munas KBI 2026 Perkuat Organisasi Berbasis Riset, Bidik Pengembangan BEP hingga Mancanegara

Berita292 Dilihat

Jakarta, 27 Juni 2026. diasporasatu.com – Komunitas BEPers Indonesia (KBI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2026 , tema “Penguatan dan Pengembangan OrganisKBI merupakan organisasi yang menaungi para pegiat BIOENERGYPOWER (BEP) dan telah menjadi anggota penuh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional. Saat ini, KBI telah hadir di 19 provinsi dengan ratusan Rumah Sehat dan ribuan anggota yang aktif menjalankan misi Merajut Ulang Kesehatan Bangsa (MUKB)?asi KBI yang Berbasis Riset di Seluruh Indonesia dan Mancanegara.” Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum penting untuk menyusun arah strategis pengembangan BIOENERGYPOWER (BEP) sebagai olahraga masyarakat yang kini terus berkembang di berbagai daerah Indonesia hingga luar negeri.

KBI merupakan organisasi yang menaungi para pegiat BIOENERGYPOWER (BEP) dan telah menjadi anggota penuh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional. Saat ini, KBI telah hadir di 19 provinsi dengan ratusan Rumah Sehat dan ribuan anggota yang aktif menjalankan misi Merajut Ulang Kesehatan Bangsa (MUKB).

Ketua Umum KBI, Adi Sasitiwarih, menjelaskan bahwa Munas 2026 tidak hanya memilih kepengurusan baru, tetapi juga menetapkan arah strategis organisasi untuk lima tahun ke depan.

Menurutnya, terdapat lima fokus utama yang akan menjadi prioritas pengembangan KBI. Pertama, memperkuat soliditas organisasi hingga tingkat daerah. Kedua, mempercepat digitalisasi organisasi melalui pengembangan sistem informasi dan database anggota yang telah dimiliki KBI.

“Kami ingin melakukan pemetaan anggota dan Rumah Sehat secara lebih terstruktur di seluruh Indonesia. Sistem informasi yang sudah dibangun menjadi aset penting untuk pengembangan organisasi ke depan,” ujarnya.

Fokus ketiga adalah memperluas penyebaran BIOENERGYPOWER ke berbagai daerah dan negara lain. Adi mengungkapkan bahwa sejumlah Rumah Sehat telah terbentuk di beberapa negara seperti Amerika Serikat, Belanda, dan Jerman melalui jaringan diaspora Indonesia.

“Kami melihat peluang pengembangan cukup besar di berbagai negara. Setelah Munas ini, pengembangan ke mancanegara akan menjadi salah satu prioritas organisasi,” katanya.

Prioritas berikutnya adalah mempercepat pencetakan pelatih bersertifikasi internasional. Menurut Adi, sertifikasi menjadi syarat penting agar para pelatih BEP dapat mengembangkan metode tersebut secara profesional di tingkat global.

“Kami ingin melahirkan pelatih-pelatih berstandar internasional. Ini penting karena BEP merupakan karya anak bangsa yang memiliki potensi besar untuk dikenal dunia,” ujarnya.

Selain itu, KBI juga menempatkan riset sebagai pilar utama pengembangan organisasi. Untuk mendukung hal tersebut, KBI telah membentuk lembaga keilmuan dan riset yang akan bekerja sama dengan berbagai institusi akademik dan rumah sakit.

“Kami sedang membangun kerja sama penelitian dengan sejumlah perguruan tinggi dan rumah sakit untuk memperkuat dasar ilmiah BIOENERGYPOWER,” jelas Adi.

Sementara itu, Guru Besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, Prof. Sri Murtiningsih Adiwitomo, yang turut hadir dalam Munas KBI 2026, memberikan apresiasi terhadap perkembangan komunitas BEP yang dinilai mampu mendorong gaya hidup sehat dan aktif, khususnya bagi kalangan lanjut usia.

Menurutnya, kesehatan dan kebugaran idealnya dibangun sejak usia muda. Namun, bagi lansia, aktivitas fisik yang aman dan berkelanjutan tetap menjadi kebutuhan penting untuk menjaga kualitas hidup.

“Munas ini sangat baik karena mengoordinasikan para pegiat kesehatan agar tetap bugar, aktif, dan produktif. Lansia memang harus terus bergerak dan bersosialisasi,” ujarnya.

Prof. Sri mengaku telah merasakan langsung manfaat latihan BEP setelah rutin mengikuti kegiatan Rumah Sehat Paguyuban UI. Salah satu perubahan yang dirasakannya adalah membaiknya sistem pencernaan.

“Awalnya saya tidak rutin, tetapi setelah mengikuti latihan secara teratur ternyata pencernaan saya menjadi lebih baik. Saya merasakan manfaatnya secara langsung,” katanya.

Ia menilai BEP sangat cocok diterapkan bagi kelompok lansia karena gerakannya sederhana dan tidak membebani fisik, namun tetap memberikan manfaat kesehatan sekaligus menjadi sarana interaksi sosial.

“BEP cocok sekali untuk lansia karena tidak menguras tenaga, tetapi tetap membuat tubuh aktif bergerak dan memberikan ruang untuk bersosialisasi,” ujarnya.

Melalui Munas 2026, KBI berharap dapat memperkuat organisasi, memperluas jangkauan manfaat BIOENERGYPOWER, serta meningkatkan kontribusi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, bugar, aktif, dan produktif menuju Indonesia Bugar 2045.

(Widya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *