Enden Ratnadyah: Bio Energy Power Beri Manfaat Nyata bagi Kesehatan Lansia

Berita296 Dilihat

Jakarta, diasporasatu.com – Komunitas BEPers Indonesia (KBI) menggelar Musyawarah Nasional (Munas) 2026 dengan mengusung tema “Penguatan dan Pengembangan Organisasi KBI yang Berbasis Riset di Seluruh Indonesia dan Mancanegara.” Kegiatan yang berlangsung di Jakarta ini menjadi momentum penting bagi organisasi untuk memperkuat tata kelola komunitas sekaligus memperluas manfaat olahraga masyarakat BIOENERGYPOWER (BEP) di Indonesia.

KBI merupakan komunitas yang beranggotakan para pegiat BIOENERGYPOWER dan telah terdaftar sebagai anggota penuh Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Nasional. Saat ini, KBI telah hadir di 19 provinsi di Indonesia, menaungi ratusan Rumah Sehat dan ribuan anggota BEPers yang aktif mengembangkan gerakan kesehatan masyarakat melalui metode BEP.

BIOENERGYPOWER sendiri merupakan perpaduan olah napas dan olah gerak yang dirancang berdasarkan kaidah sains untuk meningkatkan derajat kesehatan dan kebugaran, sekaligus membangkitkan kemampuan alami tubuh dalam melakukan penyembuhan diri sendiri atau self-healing.

Dalam rangkaian Munas KBI 2026, Peninjau Munas, Enden Ratnadyah, menyampaikan harapannya agar organisasi dan komunitas BEPers terus berkembang dan semakin dikenal luas oleh masyarakat.

“Harapan saya dengan adanya Munas KBI ini, komunitas BEPers semakin maju, semakin berkembang, dan semakin dikenal luas oleh masyarakat. Karena komunitas ini sangat bermanfaat, terutama bagi kesehatan para lansia,” ujarnya.

Menurut Enden, banyak anggota yang merasakan manfaat positif setelah mengikuti latihan BEP secara rutin. Ia mengaku meski baru bergabung selama lebih dari satu bulan, dirinya telah merasakan berbagai perubahan positif, terutama dalam pengelolaan pernapasan dan kebugaran tubuh.

“Alhamdulillah, saya sudah mengikuti KBI hampir sebulan lebih dan sudah merasakan banyak manfaatnya. Kita jadi mengenal bagaimana cara bernapas dan mengatur pernapasan dengan baik,” katanya.

Ia juga menyoroti berbagai testimoni anggota yang mengalami perbaikan kondisi kesehatan setelah mengikuti latihan BEP. Beberapa di antaranya berasal dari penyintas stroke maupun penderita diabetes dan penyakit jantung.

“Dari berbagai testimoni yang saya dengar, ada yang pernah mengalami stroke kemudian kondisinya membaik. Ada juga yang memiliki diabetes dan penyakit jantung, setelah diperiksa dokter ternyata kondisinya berkurang dan lebih baik dibanding sebelumnya,” jelasnya.

Enden berharap manfaat BIOENERGYPOWER dapat dirasakan oleh masyarakat yang lebih luas. Menurutnya, latihan BEP dapat dilakukan dengan mudah karena tersedia secara daring melalui platform Zoom setiap hari, selain latihan bersama yang dilaksanakan secara tatap muka dua kali dalam seminggu.

“Harapan saya ke depan, seluruh masyarakat bisa merasakan manfaat dari Bio Energy Power ini. Latihan sebenarnya sangat baik dilakukan setiap hari karena tersedia juga melalui Zoom,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa latihan rutin menjadi salah satu kunci penting dalam menjaga efektivitas energi yang dihasilkan dari latihan BEP.

“Energi yang diperoleh dari latihan hanya tersimpan sekitar 12 jam, sehingga perlu diperbarui kembali secara rutin. Karena itu, latihan setiap hari sangat dianjurkan agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal,” tambahnya.

Melalui Munas 2026, KBI menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan organisasi berbasis riset sekaligus memperluas jangkauan manfaat BIOENERGYPOWER bagi masyarakat. Sejalan dengan misi besar Merajut Ulang Kesehatan Bangsa (MUKB), KBI berharap dapat berkontribusi dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, bugar, produktif, dan berdaya saing menuju Indonesia Bugar 2045.

(Ach)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *