SCPI Perkuat Posisi sebagai One Stop Facility Services, Bidik Ekspansi ke Sumatera

Jakarta – PT Hoffmen Cleanindo Tbk (SCPI) memaparkan strategi bisnis dan kinerja perusahaan dalam Public Expose 2026. Perseroan menegaskan komitmennya untuk memperkuat posisinya sebagai penyedia layanan facility services terintegrasi atau one stop facility management di Indonesia.

Direksi Perseroan menjelaskan bahwa saat ini SCPI memiliki sejumlah lini usaha utama yang meliputi cleaning service, labor supply, washroom hygiene, serta jasa keamanan (security). Keempat layanan tersebut menjadi fondasi perusahaan dalam menyediakan kebutuhan layanan fasilitas secara menyeluruh bagi pelanggan dari berbagai sektor usaha.

“Dengan layanan yang kami miliki saat ini, Perseroan dapat menjadi one stop service untuk memenuhi kebutuhan pengguna jasa dalam bidang facility services yang terintegrasi,” ujar manajemen dalam paparan publik.

Hingga saat ini, wilayah operasional Perseroan telah mencakup seluruh Pulau Jawa dan Bali. Sementara untuk layanan washroom hygiene, SCPI telah memperluas jangkauan operasional hingga Kalimantan Timur dan Lombok.

Manajemen juga menyampaikan bahwa beberapa lini usaha Perseroan menunjukkan perkembangan positif sepanjang tahun buku 2025. Di sisi kepemilikan saham, tidak terdapat perubahan kepemilikan oleh Direksi maupun Dewan Komisaris dibandingkan tahun sebelumnya.

Direktur Utama Rudi tercatat memiliki 40 juta lembar saham atau setara 1,54 persen dari total saham Perseroan. Sementara Presiden Komisaris Edi Japarto juga memiliki 40 juta lembar saham dengan porsi kepemilikan yang sama, yakni 1,54 persen. Adapun kepemilikan saham publik berada di kisaran 20 persen.

Dalam pemaparannya, Perseroan juga menyampaikan perkembangan posisi keuangan yang mencakup aset lancar, aset tidak lancar, total aset, liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang, serta total ekuitas berdasarkan perbandingan kinerja tahun 2023, 2024, dan 2025.

Untuk mendukung pertumbuhan berkelanjutan, SCPI telah menyiapkan sejumlah strategi bisnis. Pertama, memperkuat penerapan prinsip Knowing Your Customer guna meminimalkan risiko bisnis dan menjaga kualitas pelanggan. Kedua, menambah variasi layanan untuk melengkapi konsep one stop facility management. Ketiga, memperluas area operasional ke Pulau Sumatera. Keempat, meningkatkan efisiensi operasional guna mendongkrak profitabilitas Perseroan.

Dalam sesi tanya jawab, perwakilan media mempertanyakan sejumlah hal strategis, termasuk hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), kebijakan pembagian dividen, kemungkinan perubahan manajemen, rencana belanja modal (capital expenditure/capex) tahun 2026, serta penyebab penurunan nilai aset Perseroan dibandingkan tahun sebelumnya.

Manajemen menyatakan akan terus fokus pada pengembangan bisnis layanan fasilitas terintegrasi sekaligus memperluas jangkauan pasar guna meningkatkan kinerja keuangan dan nilai tambah bagi para pemegang saham.

(Widya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *